Medan | Faktual86.com : Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan dan berbagai daerah di Sumatera Utara menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut viral di media sosial setelah banyak pengendara mengunggah video antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan.
Kelangkaan sementara pasokan BBM, khususnya Pertalite dan Biosolar di sejumlah SPBU, disebut dipicu oleh keterlambatan distribusi. Akibatnya, masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
Ombudsman Sumut: Pelayanan Publik Jangan Sampai Terganggu
Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara menegaskan bahwa keterlambatan distribusi BBM tidak boleh berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Keterlambatan pasokan BBM harus segera ditangani. Masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang baik dan kebutuhan energi tidak boleh terganggu terlalu lama. Pertamina perlu memastikan distribusi berjalan optimal serta memberikan informasi yang terbuka kepada masyarakat," tegas Ombudsman Sumut.
Ombudsman juga meminta pemerintah daerah dan Pertamina meningkatkan koordinasi agar persoalan distribusi segera teratasi serta tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Pertamina Pastikan Distribusi Dipercepat
Sementara itu, pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara menyampaikan bahwa gangguan yang terjadi disebabkan adanya keterlambatan pasokan di jalur distribusi dan saat ini proses penyaluran ke seluruh SPBU sedang dipercepat.
"Kami terus melakukan percepatan distribusi BBM ke seluruh SPBU terdampak agar pasokan kembali normal. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok akan terus kami penuhi secara bertahap," ujar pihak
Keluhan Masyarakat
Sejumlah warga mengaku kecewa karena harus mengantre sejak pagi. Salah seorang pengendara di Medan mengatakan dirinya telah mendatangi beberapa SPBU sebelum akhirnya memperoleh BBM.
"Sudah keliling beberapa SPBU, rata-rata kosong atau masih menunggu mobil tangki datang. Kami berharap distribusi segera normal karena aktivitas kerja jadi terganggu," keluh seorang warga Medan.
" Sudah mengantri selama 1 jam juga belum nyampek ke pengisian minyak, panjang kali antreannya, macet di jalan raya, " ucap Indra.
Antrean panjang juga menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan karena kendaraan mengular hingga keluar area SPBU.
Masyarakat berharap pemerintah bersama Pertamina segera menormalkan distribusi BBM sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di Kota Medan maupun daerah lain di Sumatera Utara dapat kembali berjalan lancar. (Iwan).
