Karo | Faktual86.com : Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pagi. Erupsi yang terjadi sekitar pukul 10.17 WIB tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik tebal hingga mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) Sinabung, aktivitas erupsi masih terpantau setelah letusan terjadi. Kolom abu yang terlihat berwarna hitam dengan intensitas tebal bergerak condong ke arah timur hingga tenggara.
Kepala PPGA Sinabung, Armen Putra, menyampaikan bahwa aktivitas keluarnya abu masih terlihat hingga sekitar pukul 11.14 WIB.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 120 milimeter dan durasi sementara sekitar satu jam lebih.
Status Gunung Sinabung Naik Menjadi Siaga
Peningkatan aktivitas vulkanik tersebut kemudian membuat Badan Geologi menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Berdasarkan Laporan Khusus Badan Geologi Nomor 1441.Lap/GL.03/BGL/2026, kenaikan status tersebut berlaku mulai Senin (31/8/2026) pukul 12.30 WIB.
Kolom abu hasil erupsi dilaporkan mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dengan perubahan status tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Abu Vulkanik Mengarah ke Timur dan Tenggara
Dampak erupsi juga mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Hujan abu vulkanik dilaporkan menyelimuti kawasan Berastagi sehingga masyarakat dan pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan.
Armen Putra mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada terhadap kemungkinan hujan abu yang bergerak ke arah timur hingga tenggara.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik juga dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Warga Sekitar Danau Lau Kawar Diminta Meninggalkan Lokasi
Langkah antisipasi juga dilakukan pemerintah desa di sekitar kawasan Gunung Sinabung.
Kepala Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Terkelin Sembiring, membenarkan terjadinya erupsi. Pemerintah desa kemudian meminta masyarakat yang berada di sekitar kawasan Danau Lau Kawar untuk meninggalkan lokasi sebagai langkah kewaspadaan.
Pihak desa juga membagikan masker kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik. Hingga informasi terakhir yang tersedia, belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat erupsi tersebut.
Warga Diminta Tidak Mendekati Zona Bahaya
Dengan meningkatnya status menjadi Level III atau Siaga, masyarakat di sekitar Gunung Sinabung diminta mengikuti arahan resmi petugas dan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya lain yang dapat muncul akibat aktivitas vulkanik, termasuk hujan abu dan potensi lahar pada aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung.
Pemerintah daerah bersama petugas pemantauan terus melakukan koordinasi untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
Masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan menjadikan informasi dari Badan Geologi, PVMBG, pemerintah daerah serta petugas di lapangan sebagai rujukan utama.
Erupsi Gunung Sinabung ini menjadi pengingat bahwa masyarakat di kawasan rawan bencana harus tetap meningkatkan kewaspadaan, namun tidak perlu panik. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dengan mengikuti setiap rekomendasi dan instruksi resmi dari petugas. (Pangab).
