Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


Indeks Berita

Swasembada Pagan di Afdeling III PTPN IV Dinilai Hanya Merugikan Petani Lokal, APMPEMUS Tegaskan Akan Menggelar Aksi Damai

Jumat | Agustus 29, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-29T01:19:26Z
Serdang Bedagai  | Faktual86.com   : Ketua Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Memajukan Sumut (APMPEMUS), Iqbal, menilai program swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Rakabuming Raka berjalan tidak efektif.

Menurutnya, pelaksanaan program di Afdeling III PTPN IV Adolina diduga tidak menerapkan asas kemanfaatan bagi masyarakat sekitar. Bahkan keterlibatan kelompok petani lokal pun masih dipertanyakan.

“Jangankan melibatkan masyarakat sekitar atau berbagai elemen, melibatkan kelompok petani lokal saja masih dipertanyakan,” ucap Iqbal, Kamis (28/8/2025).

Iqbal menegaskan, program swasembada pangan seharusnya menjadi wujud komitmen pemerintah untuk meningkatkan ekonomi petani lokal demi kesejahteraan masyarakat. Namun fakta di lapangan dinilai jauh dari harapan.

Ia mengungkap adanya dugaan bahwa program penanaman jagung di PTPN IV Adolina justru diduga hanya berpihak kepada orang ketiga alias vendor yang dikerjakan oleh oknum berinisial P.

“Hal ini mencederai asas kemanfaatan dan niat mulia Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.

Menurutnya, pelibatan vendor berpotensi merugikan petani lokal dan mengabaikan kesempatan budidaya mandiri masyarakat. “PTPN IV seharusnya menjadi fasilitator dan mengawasi masyarakat serta buruh dalam penanaman jagung agar hasilnya bisa dirasakan petani kecil dan meningkatkan ekonomi masyarakat miskin,” paparnya.

Iqbal menilai, praktik tersebut menunjukkan bahwa PTPN IV Adolina tidak memberi ruang bagi petani lokal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Bahkan ia menduga proses ini berpotensi dijadikan ladang bisnis untuk segelintir oknum.


“Ini bentuk pengkhianatan terhadap semangat membangun kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai,” ujarnya.

Untuk itu, Iqbal meminta Presiden Prabowo Subianto agar meninjau ulang program tersebut dan memastikan proses penanaman hingga pemanenan benar-benar berpihak kepada masyarakat miskin.

“Penanaman jagung ini seharusnya menjadi peluang rezeki bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat banyak,” pungkasnya.

Iqbal juga menyatakan bahwa pihaknya bersama APMPEMUS akan melakukan aksi damai dalam waktu dekat sebagai bentuk protes sekaligus dorongan agar program swasembada pangan benar-benar membawa dampak nyata bagi rakyat kecil.
Azwar )
×
Berita Terbaru Update