Kejuaraan yang dipusatkan di arena panjat tebing Kebun Bunga Medan tersebut berlangsung meriah dan kompetitif. Para atlet dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara tampil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam memperebutkan medali sekaligus mengukir prestasi di cabang olahraga panjat tebing.
Sebanyak 78 atlet putra dan putri ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Mereka bersaing dalam tiga nomor disiplin, yakni Lead Putra dan Putri, Speed World Record (WR) Putra dan Putri, serta Speed Klasik Putra dan Putri.
Sementara berdasarkan kelompok usia, pertandingan mempertandingkan kategori U-19, U-17 dan U-15. Kompetisi kelompok usia tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan dan regenerasi atlet panjat tebing Sumatera Utara.
Medan Tampil Dominan, Sabet 20 Medali
Dari hasil keseluruhan pertandingan, Kota Medan berhasil keluar sebagai juara umum. Kontingen Kota Medan tampil konsisten di berbagai nomor pertandingan dan berhasil mengumpulkan 10 medali emas, 7 medali perak dan 3 medali perunggu.
Capaian tersebut menempatkan Kota Medan sebagai kontingen dengan perolehan medali terbaik dalam Kejuaraan Panjat Tebing Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.
Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya pembinaan atlet panjat tebing di Kota Medan, khususnya dalam mempersiapkan atlet-atlet muda untuk menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
FPTI Sumut Dorong Pembinaan dan Regenerasi Atlet
Ketua Umum Pengprov FPTI Sumatera Utara, drg. Yerzi Amri Rinjani, Sp.Ort, dalam sambutannya pada acara penutupan menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, official, panitia pelaksana serta Pengcab FPTI kabupaten/kota yang telah berpartisipasi dalam kejuaraan.
Menurutnya, pelaksanaan kejuaraan tidak hanya menjadi momentum untuk menentukan atlet terbaik, tetapi juga menjadi sarana evaluasi pembinaan dan regenerasi atlet panjat tebing di Sumatera Utara.
Kejuaraan seperti ini dinilai penting untuk memberikan pengalaman bertanding kepada atlet-atlet muda sekaligus menjadi bagian dari proses pencarian dan pembentukan bibit-bibit potensial yang nantinya dapat membawa nama Sumatera Utara di tingkat nasional.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Surya Mandala, yang dalam kesempatan tersebut diwakili Roni Suganda, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan dari awal hingga closing ceremony.
Seluruh rangkaian pertandingan selama empat hari dapat berjalan dengan baik dan menjadi wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, mental bertanding serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Jadi Ajang Regenerasi Atlet Muda
Kejuaraan Panjat Tebing Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 juga menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet usia muda. Dengan dipertandingkannya kategori U-15, U-17 dan U-19, para atlet mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menambah jam terbang dalam kompetisi resmi tingkat provinsi.
Kehadiran kontingen dari berbagai kabupaten/kota menunjukkan semakin berkembangnya olahraga panjat tebing di Sumatera Utara. Persaingan antaratlet pun menjadi bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga panjat tebing di daerah.
Closing ceremony di Community Park Kebun Bunga tersebut turut dihadiri jajaran Pengprov FPTI Sumatera Utara serta Pengcab FPTI kabupaten/kota peserta kejuaraan.
Dengan berakhirnya pertandingan dan dilaksanakannya closing ceremony, Kejuaraan Panjat Tebing Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 resmi ditutup. Hasil kejuaraan diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk meningkatkan pembinaan atlet dan prestasi panjat tebing Sumatera Utara pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya. ( AZWAR )
.jpg)

