-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dugaan Pelangsiran Solar Subsidi di Sei Sijenggi Mencuat, Puluhan Mobil Disebut Keluar-Masuk SPBU, Oknum Polres Sergai Disebut

Minggu | Oktober 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-04T05:23:25Z


SERGAI | Faktual86.com :  Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di SPBU 14.205.1164 Sei Sijenggi, Desa Sei Jenggi, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, menjadi sorotan.

Pasalnya, muncul dugaan adanya aktivitas pengisian solar subsidi secara berulang menggunakan sejumlah kendaraan yang disebut keluar-masuk SPBU dalam satu hari.

Sehingga diduga stok BBM solar diduga hanya untuk diberikan kepada para mafia Solar .


Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, kendaraan yang diduga digunakan untuk melangsir solar subsidi bukan hanya satu unit. Bahkan, jumlahnya disebut mencapai puluhan kendaraan yang secara bergantian melakukan pengisian.


Salah satu kendaraan yang disebut melakukan pengisian berulang adalah truk Colt Diesel. Kendaraan tersebut disebut dapat melakukan pengisian hingga 8–10 kali dalam sehari, dengan volume sekitar 200 liter setiap pengisian.


Apabila informasi tersebut benar, pola transaksi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi menyebabkan BBM subsidi terserap dalam jumlah besar oleh kendaraan tertentu.


Puluhan Mobil Disebut Keluar-Masuk SPBU

Informasi yang diperoleh menyebutkan, aktivitas kendaraan yang diduga melakukan pelangsiran berlangsung berulang.

Kendaraan disebut datang ke SPBU untuk melakukan pengisian solar, kemudian kembali lagi melakukan transaksi berikutnya. Pola tersebut disebut terjadi terhadap sejumlah kendaraan.


Bahkan, terdapat informasi bahwa solar yang telah dibeli kemudian diduga dipindahkan ke jeriken atau tempat penampungan tertentu.

Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan langsung, data transaksi digital dan rekaman CCTV SPBU.


Warga inisial Iw warga Tanah Raja, Disebut Memiliki Enam Unit Mobil


Salah satu nama yang disebut dalam informasi tersebut adalah Iwan, warga Tanah Raja, Kabupaten Serdang Bedagai.

Iwan disebut memiliki sedikitnya enam unit mobil yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengisian solar subsidi secara berulang.


Informasi mengenai kepemilikan enam kendaraan tersebut maupun dugaan penggunaannya untuk melangsir solar masih perlu diverifikasi.


Untuk memastikan fakta sebenarnya, pemeriksaan dapat dilakukan dengan mencocokkan dokumen kendaraan, nomor polisi, data QR Code, identitas transaksi, waktu pengisian dan jumlah BBM yang dibeli.


Jika satu pemilik memang menggunakan beberapa kendaraan untuk melakukan pembelian solar subsidi secara berulang, pola transaksinya tentu dapat diketahui melalui data penjualan SPBU.


Dugaan Solar Dipindahkan ke Jeriken

Selain pengisian berulang, muncul pula informasi mengenai dugaan pemindahan solar dari kendaraan ke jeriken setelah transaksi di SPBU.


Jika benar terjadi, aktivitas tersebut perlu diperiksa untuk mengetahui tujuan pemindahan BBM, termasuk apakah solar tersebut hanya digunakan untuk kepentingan kendaraan atau justru dikumpulkan untuk disalurkan kembali kepada pihak lain.


Hal ini penting karena BBM bersubsidi merupakan komoditas yang penyalurannya mendapat pengawasan pemerintah dan harus diberikan kepada konsumen yang memenuhi ketentuan.


Oknum APH Berinisial BP Disebut


Persoalan tersebut semakin menjadi perhatian karena muncul informasi mengenai dugaan keterlibatan seorang oknum aparat penegak hukum (APH) berinisial BP, yang disebut bertugas di bagian Reskrim Polres Serdang Bedagai.


Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, BP diduga memiliki peran dalam mengoordinir atau mengawasi aktivitas kendaraan yang melakukan pengisian solar subsidi secara berulang di SPBU Sei Sijenggi.


Dugaan keterlibatan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta dan masih memerlukan verifikasi serta pemeriksaan resmi.


Jika informasi tersebut benar, maka persoalannya tidak hanya berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, tetapi juga menyangkut aspek integritas aparat penegak hukum.


Sebaliknya, apabila informasi tersebut tidak benar, pemeriksaan dan klarifikasi dari institusi terkait juga penting agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru terhadap personel yang disebut.


Data Transaksi dan CCTV Bisa Mengungkap Polanya

Dugaan pelangsiran tersebut sebenarnya dapat diuji melalui data yang dimiliki SPBU.

Beberapa data yang penting diperiksa antara lain:


Nomor polisi kendaraan;

Data QR Code atau identitas transaksi;

Waktu pengisian;

Volume BBM setiap transaksi;

Frekuensi kendaraan melakukan pengisian;

Identitas operator SPBU;

Data penjualan solar subsidi; dan

Rekaman CCTV.


Apabila benar terdapat puluhan kendaraan yang melakukan pengisian secara berulang, data tersebut seharusnya dapat menunjukkan pola transaksi secara jelas.

Begitu pula apabila satu kendaraan melakukan pengisian hingga 8–10 kali dalam sehari, rekaman transaksi dan CCTV dapat menjadi alat untuk memastikan informasi tersebut.


Pertamina dan BPH Migas Perlu Turun Tangan


Munculnya dugaan tersebut menjadi alasan perlunya pemeriksaan terhadap pola penyaluran solar subsidi di SPBU 14.205.1164 Sei Sijenggi.


Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas dapat melakukan audit terhadap data transaksi untuk memastikan apakah terdapat transaksi yang tidak wajar.


Pemeriksaan juga dapat dilakukan terhadap kepatuhan operator dalam melayani pembelian solar subsidi serta kesesuaian data kendaraan dengan transaksi yang tercatat.


Jika ditemukan pelanggaran, tindakan selanjutnya dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.


Polres Sergai Diminta Perjelas Informasi Oknum BP


Sementara itu, informasi mengenai oknum APH berinisial BP juga perlu mendapat perhatian.


Polres Serdang Bedagai perlu memastikan apakah benar terdapat personel dengan inisial tersebut yang bertugas di bagian Reskrim dan apakah terdapat hubungan antara yang bersangkutan dengan aktivitas pengisian solar subsidi sebagaimana informasi yang beredar.


Pemeriksaan secara objektif penting dilakukan agar dugaan tersebut tidak berhenti sebagai isu, tetapi dapat diketahui kebenarannya berdasarkan bukti.


Dugaan Pelangsiran Masih Menunggu Verifikasi


Hingga berita ini disusun, informasi mengenai puluhan kendaraan yang diduga melakukan pengisian solar subsidi secara berulang di SPBU Sei Sijenggi, enam kendaraan yang disebut dimiliki warga inisial Iw warga Tanah Raja, serta dugaan keterlibatan oknum APH berinisial BP masih membutuhkan pembuktian.


Karena itu, data transaksi, rekaman CCTV, keterangan pengelola SPBU, keterangan pemilik kendaraan dan pemeriksaan dari instansi berwenang menjadi penting untuk mengungkap apakah benar terjadi penyalahgunaan dalam penyaluran solar subsidi di SPBU tersebut.


Redaksi menempatkan seluruh informasi mengenai keterlibatan pihak tertentu sebagai dugaan yang masih membutuhkan verifikasi, sampai terdapat hasil pemeriksaan atau keterangan resmi dari pihak berwenang. (Team Investigasi Media).

×
Berita Terbaru Update