Medan | Faktual86.com : Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Medan Area (UMA) ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Jalan Pasar XII, Dusun IV, Gang Rambe, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Kab. Deli Serdang, pada Jumat (15/11/2025).
Korban, Bonio Raja Gadjah (18), ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka-luka di tubuhnya. Polisi masih menyelidiki kasus ini dan belum mengeluarkan keterangan resmi.
Kakak kandung korban, Diva, menceritakan bahwa ia menemukan adiknya tewas setelah mencium bau amis darah dari jendela rumah. "Saya curiga karena dari dalam tertutup dan ada engsel di dalamnya. Kemudian saya mencium bau amis dari jendela itu terlihat juga berceceran darah," kata Diva.
Ayah korban, Johar Gadjah, yang merupakan Kepala Desa Parmonangan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, mengatakan bahwa anaknya telah dua hari tidak bisa dihubungi sebelum ditemukan tewas.
"Saya syok dan minta tolong ke warga," ucapnya.
Ayah korban, Johar menjelaskan pada Kamis (13/11/2025) bahwa dirinya sudah tidak bisa berkomunikasi dengan korban. Namun, pada Rabu korban sempat mengucapkan selamat hari ayah kepada dirinya.
"Hari Rabu dia mengucapkan selamat hari ayah. Dibuatnya kalimat yang sangat menyentuh. Hari Kamis, mulai gak ada lagi telepon. Kita chat dia gak membalas lagi. Kebetulan saya mau mengirimkan uang kuliahnya gak dibalas," jelasnya.
Johar belum bisa menyimpulkan bahwa anaknya telah menjadi korban perampokan. Ia menyebut kunci pintu rumah masih dalam keadaan bagus.
"Untuk sementara saya belum bisa menyimpulkan. Bisa saja kawannya. Karena kunci pintu bagus semuanya gak ada rusak. Yang hilang sepeda motor, handphone, kartu ATM, STNK hilang semua," jelasnya.
"Dia tinggal sendirian. Cuma kadang dia membawa kawannya. Kalau untuk luka, gigi rontok, leher dan dahi lembam semua, ya benar," ungkapnya.
Polisi masih menyelidiki kasus ini dan belum mengeluarkan keterangan resmi. Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi. (Red/Iwan).

