Kabanjahe | Faktual86.com : Diduga dipicu dendam lama, dua pria warga Desa Sukanalu, Kecamatan Namanteran, berinisial DG (45) dan RPS (31) terlibat duel sengit menggunakan senjata tajam hingga keduanya tewas.
Peristiwa itu terjadi di Dusun Sagan Tanah, Desa Kutarayat, Senin (27/7/2026), sekitar pukul 17.00 WIB.
Danramil 04/SE Kapten (Inf) Gandhi N. Hartanto ketika dikonfirmasi wartawan pada Selasa (28/7/2026) membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut diduga dipicu dendam lama yang bermotif masalah lahan garapan disekitar TKP, yang disebut lahan hutan untuk jalan tembus Karo-Langkat.
“Kita peroleh informasi dari lapangan, antara korban dan pelaku saling kenal dan sebelum kejadian, keduanya sempat saling adu mulut alias cekcok,” ujar Gandhi.
Keduanya kemudian saling serang dengan menggunakan senjata tajam yang diduga sudah dipersiapkan masing-masing kedua pihak.
Diduga sudah lama dendam dan terjadi selisih paham antara keduanya, dan aksi saling serang tak dapat terhindar dan keduanya pun tewas.
"Keduanya pelaku dan keduanya juga menjadi korban,” ungkap Gandhi.
Dari informasi yang berkembang di lapangan, dugaan permasalahan lahan garapan tersebut dipicu adanya dugaan saling klaim antara keduanya atas lahan garapan hutan yang di pakai untuk lokasi jalan umum tembus Karo-Langkat, yang telah berlangsung sejak tahun 1990 an.
Amatan Wartawan dan indo yang dikumpulkan, saat ini kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian setempat. Sejumlah barang bukti juga sudah diamankan pihak kepolisian termasuk sejumlah keterangan dari para saksi.
Pada kesempatan ini, Danramil Simpang empat, Ganhdi menghimbau para keluarga korban tetap tenang dan jangan mudah termakan isu lain atas kejadian tersebut.
“Kita mengharapkan dan menghimbau kepada warga, khususnya kedua belah pihak keluarga korban untuk tidak mudah terprovokasi. Kita harapkan tetap tenang dan berfikir positif.
Intinya kejadian ini kita jadikan pelajaran yang sangat berharga dan tidak boleh terulang lagi demi Prikemanusiaan dan Ketuhanan, agar tidak terulang kepada kita, ” himbaunya. (Pangab).
