Jakarta | Faktual86.com : Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi terus memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi dengan mengedepankan riset, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan, kawasan transmigrasi memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru apabila dikelola secara modern dan terintegrasi.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang harus dibenahi, terutama terkait infrastruktur dan tata kelola. Karena itu, Kementerian Transmigrasi memilih memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan perguruan tinggi.
Menurut Viva Yoga, setiap kebutuhan masyarakat transmigrasi akan direspons melalui kerja sama sesuai bidang masing-masing instansi, sehingga penyelesaian persoalan dapat dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain membangun infrastruktur, pemerintah juga mendorong pengembangan sistem pengelolaan komoditas unggulan agar memiliki daya saing lebih tinggi. Komoditas seperti kopi, kakao, sawit, hingga durian dinilai memiliki prospek ekonomi besar apabila didukung proses budidaya, pengolahan, distribusi, dan pemasaran yang terintegrasi.
TEP 2026 melibatkan 10 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia sebagai mitra strategis dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kawasan transmigrasi.
Sebanyak 1.476 peserta yang terdiri dari guru besar, doktor, magister, dan sarjana akan ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi di berbagai daerah Indonesia untuk mengimplementasikan rekomendasi hasil penelitian TEP 2025.
Dalam pembekalan peserta, sejumlah menteri, wakil menteri, kepala lembaga, serta pejabat pemerintah turut memberikan materi sebagai bekal sebelum para peserta diterjunkan ke lapangan.
Viva Yoga berharap program tersebut mampu menciptakan model pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih inovatif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas aktivitas ekonomi lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendukung penurunan angka kemiskinan dan stunting.
Menurutnya, pengembangan kawasan transmigrasi ke depan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu melahirkan pusat-pusat ekonomi baru yang berbasis riset, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (NS).

.jpg)