Serdang Bedagai | Faktual86.com : : PT Nindya Karya (Persero) menuntaskan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 20 daerah di Indonesia sebagai bagian dari program strategis nasional pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Salah satu proyek yang mendapat perhatian khusus berada di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang kini ditetapkan sebagai daerah percontohan pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, seluruh fasilitas pendidikan di Sekolah Rakyat mulai difungsikan dengan menerima peserta didik baru. Dimulainya MPLS menjadi penanda bahwa pembangunan telah rampung dan sekolah siap menjalankan proses belajar mengajar.
Program Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi pemerataan pendidikan melalui konsep sekolah berasrama (boarding school) yang menyediakan fasilitas pendidikan lengkap dan terintegrasi. Di dalam kawasan sekolah tersedia gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, masjid dan rumah ibadah, gedung serbaguna, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Selain di Kabupaten Serdang Bedagai, PT Nindya Karya juga menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah lain di Sumatera Utara, di antaranya Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Padangsidimpuan, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Tak hanya menghadirkan bangunan pendidikan modern, kawasan Sekolah Rakyat juga dilengkapi berbagai sarana penunjang seperti ruang terbuka hijau, area olahraga, lapangan sepak bola berstandar FIFA, area multifungsi, hingga sistem pengelolaan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran secara berkelanjutan.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.
"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan," ujar Dody.
Sementara itu, Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pemanfaatan fasilitas pendidikan yang telah dibangun perusahaan.
Menurutnya, pelaksanaan MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang diamanahkan pemerintah kini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan. Dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang dikerjakan Nindya Karya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Keberhasilan proyek ini bukan hanya diukur dari rampungnya konstruksi, tetapi dari manfaat yang terus dirasakan oleh generasi penerus bangsa," ungkap Firmansyah.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi, PT Nindya Karya menegaskan seluruh pembangunan Sekolah Rakyat dilaksanakan dengan mengedepankan standar mutu konstruksi, keselamatan kerja, serta penyelesaian proyek tepat waktu sehingga seluruh fasilitas siap digunakan sejak hari pertama kegiatan belajar mengajar.
Melalui penyelesaian proyek Sekolah Rakyat di 20 daerah tersebut, PT Nindya Karya kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional pemerintah untuk memperluas pemerataan akses pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mencetak generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Iwan).
