Jakarta | Faktual86.com : Di balik sosok Komisaris Jenderal Polisi Chryshnanda Dwi Laksana, tersimpan jiwa seni yang lembut dan penuh makna.
Beliau tidak hanya mengabdikan diri bagi negara melalui tugas kepolisian, tetapi juga mengekspresikan nilai-nilai kehidupan melalui karya seni lukis.
Dengan hati dan perasaan, setiap goresan kuas yang ia buat menjadi cermin perjalanan batin dan refleksi tentang kehidupan.
*Lukisan-lukisannya lahir bukan sekadar dari teknik, melainkan dari kepekaan rasa dan kedalaman makna.*
*Bagi beliau,“Seni adalah cara kita mengungkapkan diri tanpa harus mengucapkan sepatah kata pun.”*
Seni menjadi bahasa jiwa — menyampaikan perasaan, harapan, dan pemikiran yang tak selalu bisa dirangkai dalam kata.
Dalam setiap kanvas, terselip doa dan keindahan.
Karena setiap putaran kuas adalah sebuah doa kepada kecantikan — sebuah bentuk penghormatan pada harmoni, ketulusan, dan nilai kemanusiaan.
Melalui lukisan, Chryshnanda Dwi Laksana menunjukkan bahwa ketegasan dan kelembutan dapat berjalan beriringan.
Bahwa seni dan pengabdian dapat bersatu, menghadirkan pesan tentang kehidupan yang lebih dalam, jujur, dan bermakna. (Penulis Hans M)
