Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tragedi Berdarah di Gunting Saga: Dugaan Konflik Keluarga Berujung Kematian, Polisi Dalami Motif

Rabu | Februari 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-11T05:55:56Z


Labuhanbatu Utara | Faktual86.com Peristiwa dugaan pembunuhan yang terjadi di Lingkungan Panjang Bidang, Kelurahan Gunting Saga, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kembali menyoroti sisi gelap konflik internal keluarga yang berujung pada tindak kekerasan fatal.

Seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka akibat senjata tajam dalam insiden yang terjadi pada Selasa (10/2/2026), sekitar pukul 10.00 WIB. Aparat kepolisian telah mengamankan seorang pria berinisial B yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Saat ini, terduga masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Informasi awal yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan adanya hubungan kekerabatan antara korban dan terduga pelaku. Namun, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait detail relasi maupun motif kejadian.

“Kami masih mendalami kronologi dan motifnya. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan proses penyidikan masih berjalan,” ujar perwakilan kepolisian setempat.



Konflik Personal yang Berujung Fatal

Kasus ini menambah daftar panjang tindak kekerasan yang diduga dipicu persoalan personal atau konflik internal keluarga. Dalam sejumlah kasus serupa di berbagai daerah, faktor emosi yang tidak terkendali, persoalan ekonomi, hingga sengketa pribadi kerap menjadi pemicu utama.

Pengamat kriminologi menyebutkan, kekerasan yang terjadi dalam lingkup keluarga seringkali berawal dari konflik yang tidak terselesaikan dan minimnya ruang mediasi. Ketika komunikasi buntu dan emosi memuncak, potensi eskalasi menjadi tindakan kriminal semakin besar.

Namun demikian, seluruh dugaan dalam kasus ini masih menunggu hasil penyelidikan resmi aparat penegak hukum.

Proses Hukum Berjalan

Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Jenazah korban telah dievakuasi untuk kepentingan visum guna memastikan penyebab kematian secara medis.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menghindari spekulasi yang dapat memperkeruh situasi sosial.

Kasus ini kini ditangani oleh Satreskrim Polres Labuhanbatu untuk proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik, sekecil apa pun, memerlukan penyelesaian yang rasional dan bermartabat. Ketika kekerasan menjadi pilihan, konsekuensi hukum dan sosialnya tidak hanya berdampak pada pelaku dan korban, tetapi juga pada ketahanan sosial keluarga dan lingkungan sekitar. (Ahmadt PS).

×
Berita Terbaru Update