Medan | Faktual86.com : Polemik penggunaan lapangan utama Stadion Teladan oleh komunitas lari Banban Running Club kian terang benderang dan memantik reaksi keras dari tokoh pemuda Kota Medan, Achmad Faisal. Pria yang akrab disapa Bang Achmad ini pasang badan dan menegaskan bahwa Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) AFF U-19 2026, Andi Atmoko Panggabean (Moko Panggabean), adalah pihak yang harus bertanggung jawab penuh atas kegaduhan manajemen tersebut.
Hal ini menyusul adanya klarifikasi resmi dan permintaan maaf yang diunggah oleh pihak manajemen melalui akun Instagram @banbanrunningclub yang sudah di komentar sebanyak ribuan kali. Dalam pernyataannya, komunitas tersebut membeberkan bukti bahwa kehadiran mereka untuk menjajal lapangan dan merasakan atmosfer rumput Stadion Teladan pada tanggal 26-27 Mei 2026 murni berdasarkan undangan resmi yang mereka terima langsung dari pihak Panitia Penyelenggara AFF U-19, tanpa adanya koordinasi maupun izin resmi dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan selaku pemilik aset.
"Dalam masalah ini, Banban Running Club sebenarnya tidak salah, mereka itu tamu yang diundang. Yang fatal dan ugal-ugalan itu ya manajemen Panpel-nya! Seharusnya jika tujuan panitia ingin mempromosikan Stadion Teladan, seyogianya mereka menghormati etika birokrasi dengan berkoordinasi terlebih dahulu kepada Pemko Medan," tegas Achmad Faisal kepada media pada sabtu 30 Mei 2026 di Medan.
Bang Achmad menilai tindakan melompati wewenang Pemko Medan ini sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap kerja keras orang lain.
"Jangan orang yang makan nangka, pihak lain yang kena getahnya! Pemko Medan itu sudah mati-matian berjibaku, siang dan malam, untuk menyelesaikan pembangunan Stadion Teladan. Saya melihat kelalaian sepihak dari oknum panitia ini sebagai langkah fatal yang berpotensi merugikan dan menyudutkan citra Pemko Medan di mata publik," ujarnya dengan nada geram.
Sentil Kerja Keras Pemko Medan dan Ketegasan Bobby Nasution
Lebih lanjut, Achmad Faisal mengingatkan panitia untuk menghargai proses panjang renovasi stadion. Proyek ini sempat menjadi perhatian serius setelah Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan secara langsung akan mencabut Stadion Teladan dari daftar venue Piala AFF U-19 2026 jika kontraktor terus lamban menyelesaikan renovasi.
"Merespons ketegasan Pak Gubernur, Pemko Medan langsung bergerak cepat. Bahkan beberapa pekan silam, kita semua melihat di televisi dan berseliweran di media sosial bagaimana jajaran Pemko Medan bersama berbagai elemen masyarakat turun langsung bergotong royong membersihkan Stadion Teladan. Saat ini, rumput stadion juga sedang dalam tahap finishing dan perawatan super ketat agar sesuai standar FIFA. Eh, tiba-tiba panitia malah membawa masuk orang luar tanpa izin untuk bikin konten. Ini kan namanya egois dan tidak menghargai kerja keras orang lain!" cecar Faisal.
Soroti Kedekatan dengan Bobby Nasution dan Rentetan Jabatan Strategis
Faisal juga mengkritisi posisi Moko Panggabean yang dikenal memiliki kedekatan khusus dengan Gubernur Bobby Nasution. Ia menilai, karir dan posisi mentereng yang diamanahkan kepada Moko saat ini merupakan buah dari kepercayaan lingkaran kekuasaan, sehingga Moko seharusnya tahu diri dan menjaga marwah kepemimpinan tersebut dengan profesionalisme tinggi.
Diketahui, Moko Panggabean memiliki peran sentral sebagai Wakil Bendahara Tim Pemenangan Bobby-Surya pada Pilgub Sumut lalu. Kedekatan ini terus berlanjut dengan pemberian sejumlah jabatan strategis oleh Bobby Nasution. Salah satu posisi mentereng yang diduduki Moko adalah sebagai Dewan Pengawas di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi sejak Mei 2025, sebelum akhirnya ditunjuk memimpin Panpel AFF U-19 2026.
"Kedekatan dengan Gubernur seharusnya membuat Ketua Panpel bekerja lebih profesional, tahu aturan, dan menghormati regulasi aset daerah, bukan malah membuat kebijakan sepihak yang memicu kegaduhan publik," tambahnya.
Masyarakat Sudah Cerdas, Akui Saja Kelalaian
Di akhir pernyataannya, Bang Achmad mengapresiasi kedewasaan berpikir warga Kota Medan yang tidak mudah terkecoh oleh opini liar.
"Hari ini masyarakat sudah pintar dan cerdas. Masyarakat juga sudah tahu dan paham bahwasanya penggunaan Stadion Teladan oleh Banban Running Club tempo hari murni merupakan kelalaian sepihak dari manajemen panitia AFF, dan sama sekali bukan kesalahan dari Pemko Medan," jelasnya.
Ia pun memberikan peringatan keras kepada pihak panitia pelaksana agar fokus pada tanggung jawab kerja mereka tanpa merugikan instansi lain.
"Sudahlah, gentleman saja! Akui kelalaian tersebut dan jangan coba-coba menggeser opini publik seolah ini kesalahan Pemko Medan demi menutupi blunder sendiri. Sekarang satnya tunjukkan kinerja nyata, fokus sukseskan event internasional ini, dan mari sejahterakan masyarakat lewat program-program yang benar-benar bermanfaat," pungkas Bang Achmad. (Red/tim).




