Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Siswa SD di Kabanjahe Enggan Santap MBG Usai Ratusan Pelajar Diduga Keracunan

Sabtu | Agustus 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-14T17:45:27Z

Foto: Sebagian makanan MBG yang tidak dikonsumsi siswa di salah satu sekolah dasar di Kabanjahe. (Dok)


Kabanjahe |  Faktual86.com : Dampak dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan pelajar di wilayah Berastagi dan Kabanjahe mulai terasa di kalangan siswa sekolah dasar (SD). Sejumlah siswa SD di Kabanjahe memilih tidak menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Jumat (14/8/2026).


Sikap tersebut muncul sehari setelah sebanyak 253 pelajar dari SMAN 1 Kabanjahe dan Yayasan Perguruan Bersama Berastagi dilaporkan mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG pada Kamis (13/8/2026).


Berdasarkan pantauan di sejumlah sekolah dasar di Kota Kabanjahe pada Jumat, makanan MBG yang telah didistribusikan terlihat masih utuh dan tidak dikonsumsi oleh sebagian siswa. Makanan tersebut kemudian dikumpulkan dalam wadah dan omprengan yang tersedia di sekolah.


Belum diketahui secara pasti alasan seluruh siswa tersebut tidak menyantap makanan yang diberikan. Namun, kondisi itu diduga tidak terlepas dari kekhawatiran siswa maupun orang tua setelah mengetahui kabar mengenai dugaan keracunan makanan yang dialami para pelajar sehari sebelumnya.


Seorang guru di salah satu SD negeri di Kabanjahe, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, membenarkan adanya siswa yang memilih tidak makan jatah MBG.


“Kami juga heran melihat anak-anak tidak mau menyantap makanan yang sudah dibagikan. Kami tidak berani memaksa mereka karena kondisi seperti ini perlu disikapi dengan hati-hati,” ujarnya.


Menurutnya, pihak guru kemudian membahas kondisi tersebut bersama kepala sekolah untuk mencari langkah yang tepat. Sekolah juga perlu memastikan alasan siswa menolak makanan serta mengantisipasi munculnya kekhawatiran yang lebih luas di kalangan siswa dan orang tua.


“Ini menjadi catatan bagi kami. Kami sudah membicarakannya dengan kepala sekolah untuk menentukan langkah antisipasi dan mencari tahu penyebabnya,” tambahnya.


Upaya media untuk meminta keterangan langsung kepada kepala sekolah terkait kondisi siswa serta penyaluran makanan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum mendapatkan jawaban. Kepala sekolah diketahui telah meninggalkan sekolah setelah jam pelajaran berakhir.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian apakah penolakan makanan tersebut merupakan keputusan pribadi siswa, imbauan dari orang tua, atau faktor lain.


Informasi mengenai kondisi makanan yang tidak dikonsumsi siswa dan mekanisme penyaluran MBG tersebut akan terus ditelusuri untuk mendapatkan keterangan dari pihak sekolah maupun pengelola SPPG. (Pangab).


×
Berita Terbaru Update