Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Getaran Gempa M5,6 Guncang Gayo Lues, Terasa hingga Medan, Warga Berhamburan Keluar Bangunan

Rabu | Juli 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-22T06:11:20Z


Aceh | Faktual86.com :  Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 5,6 mengguncang wilayah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 11.18 WIB. Guncangan yang terjadi secara tiba-tiba tersebut sempat membuat masyarakat di sejumlah daerah panik dan keluar dari rumah maupun gedung perkantoran untuk menyelamatkan diri.


Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada di darat, sekitar 41 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, pada koordinat 4,25 Lintang Utara dan 97,62 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menyatakan gempa tersebut merupakan gempa tektonik berkedalaman dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Aceh.


Meski memiliki kekuatan yang cukup signifikan dan dirasakan di berbagai daerah, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta selalu mengacu pada informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.


Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, di antaranya Kabupaten Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Utara, hingga Kota Lhokseumawe. Intensitas guncangan bervariasi, mulai dari lemah hingga cukup kuat, tergantung jarak masing-masing wilayah dari pusat gempa.


Tidak hanya di Aceh, guncangan juga dirasakan hingga wilayah Provinsi Sumatera Utara, termasuk Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Binjai, dan beberapa daerah lainnya. Di Medan, sejumlah warga mengaku merasakan bangunan bergoyang selama beberapa detik. Penghuni gedung bertingkat dan perkantoran bahkan memilih keluar menuju area terbuka sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gempa susulan.


Beberapa saksi mata menyebut guncangan terasa cukup jelas, terutama bagi mereka yang berada di lantai atas gedung. Sejumlah aktivitas perkantoran sempat terhenti karena pegawai melakukan evakuasi mandiri sambil menunggu kondisi dinyatakan aman.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta instansi terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan di wilayah-wilayah yang merasakan dampak gempa.


BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan (aftershock) yang dapat terjadi setelah gempa utama. Apabila kembali merasakan guncangan, masyarakat diminta segera menuju area terbuka, menjauhi bangunan, tiang listrik, pohon besar, maupun benda-benda yang berpotensi roboh.


Selain itu, warga yang berada di dalam bangunan diimbau untuk tidak panik, melindungi kepala, berlindung di bawah meja yang kokoh jika memungkinkan, dan baru melakukan evakuasi setelah guncangan berhenti. Setelah berada di luar bangunan, masyarakat diminta memeriksa kondisi sekitar serta memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan.


Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah Aceh dan sebagian Pulau Sumatera berada pada kawasan yang aktif secara tektonik karena dipengaruhi pergerakan lempeng bumi dan keberadaan sejumlah sesar aktif. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material.


Pemerintah bersama BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait isu tsunami atau prediksi gempa susulan. Seluruh informasi resmi mengenai perkembangan situasi diharapkan hanya mengacu pada rilis BMKG, BPBD, maupun instansi pemerintah yang berwenang.


Masyarakat juga diharapkan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya kerusakan bangunan, korban, maupun kondisi darurat lainnya agar dapat segera ditangani oleh pihak terkait. (A.F).

×
Berita Terbaru Update