Kabanjahe | Faktual86.com : Dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa SMAN 1 Berastagi memasuki tahap penyelidikan. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara bersama Inafis Polres Tanah Karo mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat (15/8/2026).
Kedatangan tim tersebut untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap lokasi yang diduga berkaitan dengan makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para siswa sebelum mengalami keluhan kesehatan.
Dapur SPPG tersebut berada di kawasan Kodim 0205/Tanah Karo, tepatnya di wilayah Sempajaya, Berastagi.
Petugas Amankan Sejumlah Sampel
Saat melakukan pemeriksaan, tim Labfor menelusuri sejumlah bagian di lingkungan SPPG. Petugas turut memeriksa sisa makanan serta lokasi pembuangan limbah yang dianggap penting dalam proses penyelidikan.
Sejumlah barang kemudian diamankan untuk dibawa ke laboratorium. Pemeriksaan tersebut diperlukan guna mengetahui apakah terdapat kandungan tertentu pada makanan atau faktor lain yang berkaitan dengan munculnya dugaan keracunan.
Dengan pengujian laboratorium, penyebab kejadian diharapkan dapat diketahui secara lebih akurat dan tidak hanya berdasarkan dugaan.
Dandim: Kodim Tidak Terlibat Pengelolaan Dapur MBG
Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf Robert Panjaitan, memberikan penjelasan terkait keberadaan SPPG di kawasan Kodim.
Ia menyatakan Kodim hanya menyediakan tempat, sedangkan kegiatan pengolahan makanan dan penyediaan bahan pangan tidak menjadi bagian dari tugas maupun kewenangan Kodim.
"Kami meminta kepada instansi terkait agar segera memeriksa apa penyebabnya sehingga ada siswa yang diduga keracunan akibat menyantap MBG dari SPPG Karo Sempajaya ini," ujarnya.
Robert mengatakan dapur MBG memang berada di lingkungan Kodim, tetapi pengelolaan kegiatan di dalam dapur tersebut tidak dilakukan oleh pihak Kodim.
"Memang dapur MBG ini terletak di area Kodim, namun Kodim hanya menyediakan tempat. Untuk masalah masak-memasak maupun penyedia sayur-mayur dan ikan, kami tidak mencampuri," katanya.
Ia juga menegaskan Kodim 0205/Tanah Karo tidak memiliki keterlibatan dalam operasional Badan Gizi Nasional, khususnya terkait dapur MBG yang berada di area tersebut.
Sekolah Pastikan Kondisi Siswa Mulai Pulih
Kepala SMAN 1 Berastagi, Normawati Br Ginting, mengatakan sebanyak 247 siswa terdampak dalam kejadian tersebut.
Para siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan di beberapa rumah sakit di Kabupaten Karo.
"Semalam siswa tersebut sudah kita antar ke RS Efarina, RS Amanda, RSUD Kabanjahe, dan RS Mina Kabanjahe. Alhamdulillah kondisi kesehatan siswa sudah berangsur pulih," jelas Normawati.
Untuk memastikan kondisi siswa tetap terpantau, sekolah menugaskan guru mendampingi mereka yang masih menjalani perawatan.
Menurut Normawati, masih terdapat tiga siswa yang mengalami keluhan pusing sehingga kembali dibawa ke RS Amanda untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
"Tadi setelah rapat, saya langsung perintahkan guru untuk mendampingi siswa yang masih di rumah sakit. Tadi juga masih ada tiga orang siswa yang mengalami pusing dan langsung kita antar ke RS Amanda," tambahnya.
Hingga Jumat, proses penyelidikan masih berjalan. Labfor Polda Sumut bersama BGN RI dan Dinas Kesehatan masih melakukan pemeriksaan untuk mencari penyebab dugaan keracunan yang dialami siswa SMAN 1 Berastagi.
Hasil uji laboratorium terhadap sampel yang telah diamankan akan menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kejadian tersebut.
(Pangab).
.jpg)