Jakarta | Faktual86.com : Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta melakukan studi tiru ke Kantor Imigrasi Jakarta Utara untuk mempelajari berbagai inovasi pelayanan, tata kelola pelayanan paspor, penataan ruang kerja hingga proses renovasi dan pengembangan gedung.
Kunjungan tersebut difokuskan pada Seksi Lalu Lintas Keimigrasian (Lantaskim). Dalam studi tiru ini, jajaran Imigrasi Surakarta melihat secara langsung bagaimana pelayanan paspor dan sejumlah program unggulan dijalankan di Kantor Imigrasi Jakarta Utara.
Pada kesempatan yang sama, Kornelius Wau selaku Ketua Persatuan Wartawan Reaksi Cepat (PWRC) melakukan audiensi ke Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara, Kamis, 20 Agustus 2026. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Utara, Rendra Mauliansyah.
Menariknya, pada momen yang sama, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta juga sedang melaksanakan studi tiru di Kantor Imigrasi Jakarta Utara. Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Bisri Musa selaku Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I TPI Surakarta.
Pelayanan Paspor Capai 150-200
Permohonan per Hari
Dalam audiensi dan pertemuan tersebut, Rendra Mauliansyah selaku Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Utara menyampaikan gambaran pelayanan paspor di kantornya.
Menurut Rendra, sejak pindah ke kantor baru, jumlah pemohon paspor belum mengalami peningkatan yang signifikan.
“Belum ada kenaikan yang signifikan terkait jumlah pemohon paspor. Pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Utara saat ini rata-rata 150 sampai 200 permohonan paspor,” ujar Rendra.
Menurutnya, volume pelayanan tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi jajaran Imigrasi Surakarta, khususnya dalam hal pengelolaan alur dan fasilitas pelayanan.
Empat Inovasi Pelayanan Kantor Imigrasi Jakarta Utara
Dalam kesempatan tersebut, Rendra turut menjelaskan sejumlah program unggulan yang sedang berjalan di Kantor Imigrasi Jakarta Utara.
Pertama, RESTORING (Realtime Status Monitoring), sebuah inovasi pelayanan yang memungkinkan pemohon melakukan pengecekan status penerbitan paspor secara mandiri melalui QR Code yang tertera pada tiket antrean saat pemohon datang ke Kantor Imigrasi Jakarta Utara.
“Inovasi RESTORING memberikan kemudahan kepada pemohon untuk melakukan pengecekan status penerbitan paspor secara mandiri melalui QR Code yang tertera pada tiket antrean,” jelasnya.
Inovasi kedua adalah Lapada, yaitu layanan dengan konsep jemput bola berupa pengambilan data biometrik dan wawancara langsung di tempat pemohon.
Layanan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan dokumen perjalanan ke luar negeri, tetapi tidak dapat hadir ke Kantor Imigrasi karena kondisi darurat atau sakit.
Selanjutnya, terdapat inovasi BAPER yang ditujukan untuk mempermudah dan mempercepat pengurusan BAP paspor yang hilang atau rusak.
“Dengan layanan BAPER, BAP dapat selesai dalam satu hari sehingga dapat dilanjutkan dengan proses pengambilan biometrik paspor.
Tahapan pelayanan yang sebelumnya tiga kali kunjungan dapat dipangkas menjadi dua kali, yakni pengajuan BAP dan pengambilan paspor,” katanya.
Kantor Imigrasi Jakarta Utara juga memiliki inovasi Optimalisasi Layanan Konsultasi dan Pengaduan WNA melalui Ruang Konsultasi Terpadu.
Layanan ini terintegrasi dengan tautan digital (bitly) serta QR Code pengaduan dan informasi. Kanal tersebut disediakan sebagai sarana resmi yang mudah diakses masyarakat dan warga negara asing (WNA).
“Pembentukan ruang konsultasi terpadu yang terintegrasi dengan sarana digital melalui bitly dan QR Code pengaduan serta informasi bertujuan meningkatkan kecepatan respons, transparansi dan efektivitas pengelolaan pengaduan WNA,” ungkapnya.
Bisri Musa Jelaskan Tujuan Studi Tiru
Sementara itu, Bisri Musa selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menjelaskan tujuan rombongannya melakukan studi tiru ke Kantor Imigrasi Jakarta Utara.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Imigrasi Surakarta secara khusus mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, mulai dari tata ruang pelayanan hingga program-program unggulan yang telah diterapkan.
“Dalam studi tiru pada Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, kami mempelajari layout pelayanan paspor di lantai 2, layout backoffice pencetakan paspor di lantai 1, serta program-program unggulan dari Seksi Lantaskim yang telah diterapkan,” ujar Bisri Musa.
Menurut Bisri, pembelajaran tidak hanya terbatas pada sistem pelayanan dan inovasi. Jajaran Imigrasi Surakarta juga mempelajari aspek pengembangan sarana dan prasarana Kantor Imigrasi Jakarta Utara.
“Kami juga mempelajari proses renovasi perluasan gedung, termasuk justifikasi teknis dan standar gedung pada bangunan eksisting serta struktur bangunan,” tambahnya.
Kegiatan studi tiru tersebut menjadi sarana pertukaran pengalaman antar-Kantor Imigrasi. Berbagai praktik pelayanan dan inovasi yang telah berjalan di Jakarta Utara diharapkan dapat menjadi referensi bagi Imigrasi Surakarta dalam mengembangkan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.
Audiensi PWRC Berlangsung Bersamaan dengan Studi Tiru
Kehadiran Kornelius Wau dalam audiensi tersebut turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di Kantor Imigrasi Jakarta Utara pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Audiensi yang diterima langsung oleh Rendra Mauliansyah berlangsung bersamaan dengan kegiatan studi tiru yang dilakukan jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung aktivitas pelayanan dan berbagai inovasi yang dikembangkan Kantor Imigrasi Jakarta Utara, sekaligus membuka ruang komunikasi dan pertukaran informasi dengan berbagai pihak.
Dengan berbagai inovasi yang telah diterapkan serta volume pelayanan yang mencapai rata-rata 150-200 permohonan paspor setiap hari, Kantor Imigrasi Jakarta Utara terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan keimigrasian yang mudah, cepat, transparan, efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Iwan).
