Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ratusan Siswa Keracunan MBG, BGN Suspend Dapur dan Usulkan Kepala SPPG Karo Dipecat

Senin | Agustus 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-17T11:06:57Z

 

Foto : Kepala BGN Sudaryono menjenguk korban keracunan. MBG Karo di Rumah Sakit Haji Medan


Karo | Faktual86.com Insiden dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan pelajar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berbuntut sanksi tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN).


BGN mengambil langkah serius dengan memberikan sanksi suspensi berat terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Sempajaya, Berastagi. Tidak hanya menghentikan sementara operasional dapur, Kepala SPPG juga terancam kehilangan jabatannya dan diusulkan untuk diberhentikan tidak dengan hormat sebagai aparatur sipil negara (ASN).


Kepala BGN Sudaryono menyampaikan keputusan tersebut saat mengunjungi salah seorang siswa korban dugaan keracunan MBG yang masih menjalani perawatan di RSU Haji Medan, Minggu (16/8/2026).


Menurutnya, sanksi diberikan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus peringatan keras agar seluruh pengelola SPPG lebih disiplin menerapkan standar keamanan dan kualitas pangan.


“Dapurnya disuspend berat. Kemudian Kepala SPPG bukan hanya dicopot, tetapi saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat melalui badan kepegawaian negara,” tegas Sudaryono.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kepala SPPG Karo Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, adalah Eky Faisal Zendrato. Usulan pemberhentian tersebut selanjutnya diproses melalui mekanisme kepegawaian yang berlaku.


Diduga Ada Kelalaian Penanganan Bahan Makanan

Sanksi tersebut muncul setelah tim melakukan investigasi awal terhadap proses pengolahan makanan MBG yang didistribusikan kepada para pelajar.


Dalam temuan awal BGN, sebagian bahan baku ikan yang digunakan untuk menu MBG disebut telah disimpan di dalam freezer. Namun, sekitar 200 hingga 300 ekor ikan dilaporkan berada pada suhu ruangan selama kurang lebih 12 jam atau lebih.


Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian yang diperiksa tim dalam mencari penyebab terjadinya dugaan keracunan massal. Investigasi masih dilakukan untuk memastikan faktor penyebab secara menyeluruh.


Peristiwa tersebut sebelumnya terjadi pada Kamis (13/8/2026) dan berdampak terhadap ratusan pelajar di wilayah Berastagi. Sejumlah korban harus mendapatkan perawatan medis, bahkan terdapat siswa yang sempat menjalani perawatan intensif di RS Haji Medan.


BGN Beri Peringatan Keras

Sudaryono menegaskan, keselamatan anak-anak penerima manfaat MBG tidak boleh dipertaruhkan akibat kelalaian dalam proses penyediaan makanan.


Ia meminta seluruh pengelola SPPG bekerja sesuai prosedur, mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan.


BGN juga mengingatkan bahwa setiap pengelola yang merasa tidak mampu menjalankan standar yang telah ditetapkan seharusnya tidak memaksakan diri.


Langkah tegas terhadap SPPG Karo Sempajaya diharapkan menjadi evaluasi bagi seluruh penyelenggara MBG di Indonesia agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.


Sementara itu, kondisi para pelajar yang menjadi korban terus dipantau oleh pihak terkait. Pemerintah bersama tim kesehatan dan instansi terkait juga masih melakukan penanganan serta investigasi untuk mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. (Iwan).

×
Berita Terbaru Update