Medan | Faktual86.com : Punguan Opung Datu Ronggur Diaji Pakpahan Boru, Bere, Ibebere Kota Medan dan sekitarnya menggelar partangiangan sekaligus periodisasi kepengurusan untuk masa bakti 2026–2031. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kekompakan, serta melestarikan nilai-nilai keluarga dan tutur marga antargenerasi.
Kegiatan berlangsung di Wisma HKBP Huria GG Sado, Jalan Sering Nomor 14, Medan, Sabtu (15/8/2026). Acara mengangkat pesan dari Mazmur 133:1b, “Sungguh, alangkah baik dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun.”
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin Pdt. F. Sinaga, S.Th. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan pentingnya membangun kehidupan yang dilandasi kerukunan, kebersamaan, dan persatuan.
Pesan tersebut kemudian menjadi semangat bagi keluarga besar Punguan Opung Datu Ronggur Diaji Pakpahan untuk terus mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh pomparan, khususnya yang berada di Kota Medan dan wilayah sekitarnya.
Pada kesempatan itu, kepengurusan Punguan Opung Datu Ronggur Diaji Pakpahan periode 2026–2031 secara resmi dilantik. Kepengurusan baru dipimpin St. Ir. Saut M. Pakpahan, M.M. sebagai Ketua, Dimpos TP Pakpahan, S.T., S.H., M.H. sebagai Sekretaris, dan Robert Marpaung sebagai Bendahara.
Ketua Punguan Opung Datu Ronggur Diaji Pakpahan, St. Ir. Saut M. Pakpahan, M.M., mengatakan kepengurusan baru akan berupaya menjadikan punguan sebagai wadah yang semakin kuat dalam membangun persaudaraan seluruh pomparan.
“Kami mengajak seluruh pomparan Opung Datu Ronggur Diaji untuk bergabung. Dengan kebersamaan dan kesatuan hati, kita dapat memperkuat pondasi punguan ini,” ujar Saut.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk saling mendukung sehingga keberadaan punguan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga besar.
Menurut Saut, pembinaan generasi muda juga menjadi salah satu perhatian penting. Generasi penerus perlu diberikan pemahaman mengenai tutur marga, sejarah, serta asal-usul keluarga agar identitas dan hubungan kekerabatan tetap terjaga.
“Marilah kita ajarkan kepada anak-anak kita tentang tutur marga,” katanya.
Selain memperkuat hubungan kekeluargaan, Saut mengungkapkan kepengurusan periode 2026–2031 juga memiliki harapan untuk memperjelas legalitas organisasi dengan mendaftarkan perkumpulan tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM.
Sementara itu, Sekretaris Punguan, Dimpos TP Pakpahan, S.T., S.H., M.H., mengatakan keberadaan punguan diharapkan menjadi wadah bagi seluruh pomparan untuk mempererat tali persaudaraan di Kota Medan dan sekitarnya.
Ia berharap seluruh keluarga besar dapat bersatu, menyatukan visi dan misi, serta saling hadir dalam berbagai kondisi, baik dalam suasana suka maupun duka.
“Harapannya seluruh pomparan dapat bersatu dan berkumpul untuk mempererat tali persaudaraan, baik dalam suka maupun duka,” ujarnya.
Bendahara Punguan, Robert Marpaung, menambahkan bahwa punguan juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan sejarah keluarga kepada generasi muda.
Menurutnya, keberadaan perkumpulan tersebut dapat menjadi sarana bagi generasi penerus untuk mengenal akar keluarga, memahami asal-usul marga, sekaligus menjaga hubungan antar pomparan.
“Ini menjadi motivasi bagi generasi muda agar mengetahui asal-usul marga kita. Perkumpulan ini sangat cocok untuk generasi yang akan datang,” katanya.
Penasehat yang mewakili Boru, Bere, Ibebere, Pnt. M. Sormin, S.E., M.M., menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan periode 2026–2031 mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjaga persatuan seluruh pomparan.
“Selamat atas terpilihnya kepengurusan yang baru. Semoga kepengurusan ini diberkati Tuhan dan dapat menjalankan tugas dengan baik,” ujar Pnt. M. Sormin.
Ia juga berharap punguan dapat menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antargenerasi sehingga nilai-nilai persaudaraan, budaya, dan sejarah keluarga dapat terus diwariskan kepada anak cucu.
Ucapan selamat juga disampaikan Ketua Pakpahan Hutanamora Kota Medan, Ir. N. Pakpahan. Ia berharap punguan tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi berkembang menjadi wadah yang mampu mempererat hubungan keluarga sekaligus meneruskan nilai-nilai kekeluargaan kepada generasi berikutnya.
“Kiranya punguan ini bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan mewariskan nilai-nilai keluarga kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pomparan, di antaranya Pomparan Opung Diha Raja, Pomparan Raja Momak, dan Pomparan Martuling Haji.
Setelah rangkaian ibadah dan pelantikan kepengurusan selesai, acara dilanjutkan dengan hiburan serta ramah tamah yang diikuti seluruh peserta.
Melalui partangiangan dan periodisasi kepengurusan tersebut, keluarga besar Punguan Opung Datu Ronggur Diaji Pakpahan diharapkan semakin solid dalam membangun kebersamaan, menjaga persaudaraan, serta melestarikan tutur marga dan nilai-nilai keluarga bagi generasi mendatang. (Iwan)

